Sabtu, 11 Januari 2014

Sebut Saja Ritual

Saat dimana kita tak pernah memiliki alasan yang jelas
Tak tahu apa dan bagaimana bisa terjadi
Hanya saja semua adalah siklus hidup
Dimana ada yang datang pasti ada yang pergi

Diantara senang dan sedih
Diantara mau dan tidak
Tapi itu hanyalah tanda
Bahwa dia memberi kesan disini

Jika hidup itu makalah
Kalianlah refrensinya (Tuti, 2014)
Jika hidup itu skripsi
Kalianlah daftar pustakanya (Bangkong, 2014)

Ritual sederhana menjelang sebuah kepergian
Hanya perasaan tak suka
Bukan berarti tak ingin
Karena kita hanya menjalani lakon

Sekedar memberikan salam perpisahan
Sebagai ganti ucapan sampai jumpa
Bukan selamat tinggal atau semacamnya
Sebagai janji yang bakal ditepati suatu hari

Tempat yang mungkin sama
Suasana yang hampir sama
Waktu yang jelas berbeda
Keadaan yang pasti tak sama

Kemanapun kita pergi kelak
Rumah akan tetap menjadi tujuan pulang (Motto Truk)
Apa yang dibawa (bacanya beban hidup)
Tak sebesar wadahnya (bacanya ukuran badan)

Tak ada yang merupakan kebetulan
Semua hanya takdir yang sudah diatur
Jauh sebelum semua terjadi
Dengan sedikit bumbu terlihat seolah menjadi kebetulan

Aku bertemu denganmu
Aku bertemu kalian
Aku bertemu mereka
Aku berada disini

Dengan membahas apa yang telah dilewati
Mengenang apa yang pernah dilalui
Sedikit mengobati rasa rindu
Rindu akan rasa yang tak akan bisa terulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar