Senin, 13 Januari 2014

(Masih) Dia dan Dia Yang Satunya

Hujan membalas apa yang ku tulis tadi siang
Dia datang lebih awal dan pergi paling akhir
Hujan juga bisa ababil ternyata
Macam generasi praktis saat ini

Hujan ibarat DVD atau VCD Player
Mampu memutar kembali apa yang telah direkamnya
Mampu menunjukkan bagian detail tiap detiknya
Mampu menjelaskan apa yang tak dituliskan

Hujan bukanlah kawan karena kepentingan
Hujan tak pernah punya urusan dengan kita
Dia datang karena dia menginginkannya
Dia juga datang karena kita menginginkannya

Kita tak pernah tau yang mana milik kita
Karena kita tak pernah benar-benar memilikinya
Sebentar disini dengan kita, bisa jadi esok dengan orang lain
Atau bahkan dengan semua orang yang membutuhkannya

Emang kamu mau cemburu jika hujan bersama lainnya
Atau kamu bakalan ngambek kalau hujan g datang seperti biasa
Hujan itu milik semua orang
Semua yang merasa saja tentunya

Suara kembang api pun terkadang meramaikannya
Seperti suara mereka malam ini
Berteriak lantang seolah tak ada beban
Tak ada sedikitpun rasa takut pada mereka

Jangan bertanya seolah itu ada jawabannya
Mereka berani menentang saat mereka ditindas
Mereka ingin berjalan bersama
Bukan bergantian layaknya fasilitas umu

Memang sedikit memaksakan
Namun itu lebih baik daripada terlena
Memandang dari balik tubuhnya
Mendengar tanpa melihat

Dia menginginkan kehebohan dan menarik perhatian
Layaknya hujan malam ini yang turun dengan lantang
Meski itu dapat membahayakan hidupnya
Setidaknya dia bakalan mati dengan sedikit berarti

Berarti baik atau buruk bukan urusan kita
Kita hanya mencoba membuat dan merancang
Hasil bukan kita yang menentukan
Penilaian bukan kita juga yang memberikan

Karena begitu banyak penilaian yang diberikan
Mau berapa kali berubah jika nururtin mereka
Jangan berubah karena sebuah penilaian
Tapi rubahlah hasil penilaian itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar