Suasana malam dan dinginnya udara pegunungan menjadi sahabat dalam perjalanan kami, dimuali pendakian dari basecamp selo langsung berjalan menapaki jaln yang semakin lama semakin gelap dan menanjak. Berbekal seadanya (karena g tau jadi bawa seadanya) semua mulai berjalan, dengan style pendaki masing-masing ada yg pake kopyah (ardi), ada yg pake kain di selubung ke kepala mkacam org mau kepasar (aji), ada model ibu-ibu (novialy), ada yg jaket dulu baru kaos hmmmmmm. Namun semua bukan lah masalah dalam perjalanan karena hanya candaan, dan suara penghuni gunung yang dengan ramah menyapa kami semua.
Setelah sampai pos 1 jalur yang diambil adalah jalur baru yang mana kami semua belum pernah melewatinya, lantas saja semua mulai panik saat kabut mulai datang dan angin mulai bertiup kencang namun belum bisa menemukan jalur yang benar. Karena suasana makin kacau, malam makin larut, capek mulai memuncak maka diputuskan untuk mendirikan tenda dan cari tempat tidur untuk malam pertama (untung kagak ada bawa senjata tajam jadi g bisa buat bacok2an krn emosi)
Mentari pagi mulai menyapa kami semua, mgkn itu yg org bilang sunrise hehehehhe.......... mungkin itu salah satu alasan kenapa orang mendaki gunung. Buat menyaksikan salah satu Maha Karya Tuhan yang sangat indah yang mungkin hanya seorang ahli fiflsafat yang mampu mengungkapkan dan menggambarkan keindahan salah satu hasil ciptaan Tuhan.
(sorry g bs nunjukin foto, karena saat sunrise pada didalam tenda semua, g kuat dinginnya angin gunung)
Matahari baru hidupin pemanasnya sekitar jam 9 pagi, dan suasana makin kacau ada yg berhalusinasi karena kelaparan (jelas aja lapar wong belum makan). Saat carrier dibongkar ternyata hanya ditemukan 6 bungkus mie, 2 bungkus roti, 1 pack jelly dan sebuah pisau dapur jadi aman lah g ada yg bisa bunuh aku pake itu pisau dapur heheheheheh. Halusinasi gila dari seorang teman yang berkhayal ada seekor ayam yang naik cuma untuk lewat di depan kami dan pura-pura mati mendadak ngek.Halusinasi gila yang membuat rasa kesal dimalam tadi sirna bresama hembusan angin, keceriaan kembali dan membuat semangat unutk terus mendaki kembali full (macam di POM saja). hanya bersarapan 3 mie, 1 roti tawar, 1 pack jelly, kopi, sebagai sarapan kami ber 5 pagi itu. Dan itu membuat kami siap untuk melanjutkan perjalanan kembali dengan medan seperti apapun kami siap menjalani semua itu bersama.
Perjuangan banget kan hahahahahhaha,
Kita langsung next capture, yang mana setelah sampai di sabana 2 kita buat tenda buat bermalam lagi karena g mungkin langsung turun setelah muncak karena hari dah keburu gelap. Jam 3 sore kita persiapan untuk muncak namun siapa sangka ternyata si ibu-ibu (novialy) sudah tidak mampu tuk jalan lagi dan karna g enak hati dia meminta kami tuk tetap pergi. Awalnya kami kira kedatangan rombongan MAPALA UII akan meringankan beban kami, dari salah satu Senior MAPALA ada yang kami kenal jadi kami titipkan teman kami. "Bang, aku titip teman aku yah. Dia g ikut jalan katanya capek tapi g sakit kok makanya kita berani ninggal". dan merka menjawab " oke gi". kata OK yang membutat kami tenang selama perjalanan karena yg mengucapkan sama2 almamater UII.
Setelah turun dan samapi ke tenda kami syok karena si Novialy g ada di tenda. Dia dipindahkan ke tenda senior karna menganggap si novi sakit karna saat dipanggil dia g ngejawab dan g mau keluar makanya dicek dan dipaksa keluar untuk makan barneg mereka. 1 alasan kenapa dia g keluar adalah " aku takut e mukanya sangar-sangar makanya aku g keluar dan g ngejawab" (suara versi novialy tuh). Dan kesalahan itu misscomuncation sampai ke senior yang dijogja jadi habislah kita yang dikira meninggalkan si Novi saat sakit hmmmmm. (NAMUN SEKARANG UDAH CLEAR KOK SALAH PAHAMNYA), bisa jadi pelajaran berharga, thanks banget udah diingatkan.
"tajamkan instingmu, buka matamu, tangkap semua ilmu dan pelajaran yang bisa kamu ambil dari alam"
thanks to semua pihak yang terkait, dan semuayang mendukung dengan doa


wakakakakaak, novi novi unyu deh :D
BalasHapus