Rabu, 31 Oktober 2012

3726 mdpl (part 3)


lanjutan dari 3726 mdpl (part 2)
25-Agustus-2012
at Basecamp sembalun (jalur utara), Siang ituhh.....
saat datang ke basecamp, udah ada rombongan yang prepare dan siap-siap. Langsung ngurus administrasi dan no yang aku tinggalin tuh no.nya Aji kalo g salah jadi semisal aku hilang dia lah yang tanggung jawab karena dia g jadi ikut berangkat. Administrasi kelar langsung nemuin rombongan tuk numpang buat barneg karena aku g bawa tenda jadi bahaya juga klo sampe g dapet tumpangan. Merekapun setuju dan bersedia saya gabung bareng mereka. Dalam hatiku "alhamdulillah Allah memberiku jalan". Langsung ganti kostum buat mendaki dan packing ulang logistik dan perjalanan pun di mulai jam 1 siang. Biasa kebayang kan tuh panas nya macam apah????
Perjalanan pun dimulai dari basecamp menuju pos 3, sepanjang jalan hanya sabana luas yang terpajang dan terlukis. Sabana di rinjani merupakan lukisan Tuhan yang susah untuk diungkapkan keindahannya. Mank di Afrika aja yang punya sabana???? Indonesia juga punya dunk,,,hehhehehe.
Pos 1, Pos 2, Pos 3 semua berupa hamparan luas sabana yang ditempuh selama 6 jam perjalanan, wew,,,,, udah kayak ninja hatori yang naik turun lembah dan ada juga aliran lahar dari gunung rinjani tapi karena udah kering jadi hanya lembah yang berisikan pasir dan batu sepanjang aliran

2 jam berjalan akhirnya sampai di pos 1, ya hanya berbentuk kampling di tengah2 sabana yang luas. Disebut juga pos pengamatan karena dari sini bisa dilihat dengan jelas kondisi rinjani dan tanda2 apabila rinjani lagi naik statusnya "mungkin lagi PMS" peace.... ya yg kira2 g bisa ditebak lah apalagi kondisi gunung baru yang biasanya batuk2 tanpa alasan hehehehhehe. Di pos 1, hanya menghabiskan sebatang rokok dan beberapa cuil roti hehehehhe (hemat bebs). langsung berangkat ke pos 2 karena ngejar untuk ngecamp di pos 3 g terlalu malam sehingga masih ada lapak untuk mendirikan tenda.


bukit demi bukit sabana kami lalui bersama (saya dengan 8 org lain), langit semakin ber sayonara dengan lazuardinya menemani perjalanan kami sampe ke pos 3. dan tepat jam 6 udah samai di pos 3 dan mulai mendirikan 2 buah tenda dan 1 buah selter. matahari terus setia menemani perjalananku sampai akhir batas kemampuannya untuk hari ini, semakin senja sang lazuardi pun mulai menampakan kemegahan dirinya, keagungan dan kekhasan dirinya yang susah untuk digambarkan (karna saya agak buruk dalam urusan menggambar hehehehhe).
Menu makan malam
- Mujair goreng plus sambel goreng
- sop-sopan plus sambel goreng teri
- abon
Itu diatas merupakan pemukiman kecil kami para pendaki, ada yang dari lombok, ada yang dari bogor, ada yang dari jakarta jadi satu hehehehe, dibelakang ituh adalah bukit penyesalan (dipart 4 akan di ulas lebiih detail asal usul bukit penyesalan jadi sabar dulu yah). hehehehhehe

 to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar