Anggaplah semua ini sebagai doa
Doa yang seharusnya kita panjatkan pada pemberi hidup
Sebuah alasan untuk tetap bertahan hidup
Bukan hidup karena takut mati
Aku hidup karena kau menginginkannya
Sebuah berkah yang diberikan sejak aku lahir
Meskipun aku tahu eberadaanku tidak diinginkan pada awalnya
Namun seiring waktu semua akan berubah
Sebuah kepastian akan penerimaan
Tiada penlakan yang kekal
Kecuali hal hal yang tersebuat dalam kitab suci Tuhan
Dan selama didunia aku menyadari semua itu
Semua akan berubah pada waktunya
Ntah kita masih hidup atau tidak untuk mengalaminya
Namun hidup ini akan menjadi yang kita inginkan
Sadar atau tidak begitulah kenyataannya
Aku mengalami semua yang terjadi selama aku hidup
Aku bukan sekedar menjalani karena sebuah tuntutan profesi
Menikmati dan mencerna setiap momentum yang diterima
Meresapi dan mengkaji setiap problematika yang tercipta karenanya
Suka tidak suka
Mau tidak mau
Air mata akan tetap keluar untuk sebuah alasan yang tidak jelas
Caci maki akan tetap menjelma dalam bentuk bongkahan kekecewaan yang mendasar macam koral
Tapi kita tetaplah seorang manusia yang terlahir dalam keadaan serba tidak benar
Dimata manusia hukum itu kekal berlaku
Tak ada sedikitpun celah untuk menolak hukum itu
Sebaik apapun kita berbuat pasti ada cacat yang menempel kepadanya
Aku terlahir sebagai seorang manusia dari orang tuaku yang istimewa
Tidak semua orang tua bisa memiliki anak karena itulah mereka istimewa karena diberikan kepercayaan
Dimana hatimu jika berani mengecewakannya meski hanya seujung kuku bayi
Kau bahkan bisa tumbuh cantik, rupawan karena usaha orang tua
Aku adalah sebuah kesalahan karena itu pilihanku
Agar kalian mengerti bagaimana mencari kebenaran dari apa yang ku tunjukkan
Tidak ada hubungan dengan bagaimana orang tua ku mendidikku
Mereka sudah berupaya yang terbaik namun semua adalah ulah kita hingga terkadang menggali jalur air mata dari seorang ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar