Rabu, 16 Juli 2014

3805 mdpl (part 1)

Apa yang ku idam-idamkan
Apa yang ku impi-impikan
Apa yang kutuliskan
Itulah yang ku wujudkan dan semua bermula dari sini

Beberapa hari sebelumnya sebelum Kamis, 10 Juli 2014

Kegalauan kian melanda hebat hingga tak ada sebuah jawaban yang jelas, bahkan sebuah opini tak lagi menjadi sebuah bala bantuan. Keinginan ini begitu besar hingga tak ada yang bisa menolaknya, sekalipun itu diri ini sendiri. Disaat kita belajar untuk tidak menyerah hingga kemungkinan itu benar-benar menjadi 0 %. Disaat itu pula sebuah keyakinanmu di uji oleh pembuat keputusan. Manusia hanya memilih proses dan bukan menetapkan apa yang diperoleh nantinya. Hasil akhir telah ditentukan jauh sebelum kita berpikir untuk melakukannya.

Tuhan tentu memberikanku sebuah alasan hingga Ia membiarkan aku memilih jalan ini

Kamis, 10 Juli 2014
14.00
Perjalanan dimulai dari kamar berukuran 3x3 m yang selama hampir 5 tahun terus menjadi saksi bisu tentang apa, kenapa, kapan, dimana, bagaimana dan dengan siapa semua kisah perjalanaku dimulai. Aku diantar oleh mereka yang menganggapku sebagai saudara meski kami tak pernah terlahir dalam rahim yang sama dan dalam ikatan garis yang sedarah. Apa yang mereka miliki detik itu, dengan hal itu pula yang mereka berikan untuk mendukung apa yang kupilih meski mereka hanya bisa mengiyakan atas protes yang mereka berikan pada awalnya. Ada yang memberikan rokok terakhirnya hanya untuk agar aku tidak kesepian digerbong kereta malam ini. Ada yang memberikan beberpa rupiah dalam bentuk pulsa agar ada yang bisa dihubungi jika merasa bingung ditanah orang. Ada juga yang mengirimkan transferannya dari jauh hanya untuk memastikan ada biaya untuk membeli kolak dijalan. Dan sisanya yang tak bisa dijelaskan satu per satu hanya untuk memenuhi kertas ini sampe tuntas.

16.30
Step pertama dimulai dengan meninggalkan jogja untuk kembali kejogja pada akhirnya. karena jogja adalah tujuan pulang untuk trip kali ini. Apa yang akan aku dapat nantinya, Apa yang aku alami nantinya, Aku pasrahkan pada-Nya

Tuhan pasti memberikan yang terbaik
Dan inilah takdirku
Jalan yang ku pilih
Jalan yang Tuhan ridhoi

Tanpa ada yang tahu
Tanpa ada yang mengerti
Ini adalah impian
Ini adalah harapan

Seseorang yang hanya menunggu
Adalah tanda dari rasa pasrah
Berbeda dengan dia yang berusaha
Dalam ketidakpastian sebuah jawaban

 
Tidaklah kita bergerak dan menuju suatu arah
tanpa ada campur tangan Tuhan serta tujuan yang tersirat didalamnya.
Agar kita berpikir bahwa hidup adalah tentang menjalani dan bukan menghakimi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar