Rabu, 12 November 2014

Ikuti Saja Alurnya

Aku masih menyukai menulis tentang hal absurd
Tanpa ada sebuah ejaan yang harus ku sempurnakan
Aku tidak ingin menjadi sempurna
Susah payah dan berat untuk dijalani

Mengupayakan yang berlebihan tidaklah baik
Karena TIADA manusia yang sempurna
Dari situ saja sudah jelas bahwa aku tidak akan mencapainya
Akankah masih mengupayakan hal yang sia-sia?

Terlahir didunia dalam bentuk utuh tanpa sebuah kecacatan
Adalah bagian dari sempurna yang aku miliki secara fisik
Tumbuh menjadi seorang laki-laki yang utuh
Tanpa ada sedikitpun bagian dari lawan jenis yang mengkontaminan diri

Sebuah jawaban yang telah lama ku nantikan
Hingga kini belum juga dikatakan apa yang sebenarnya
Sampai kapan semua akan mengulang
Sampai kapan semua akan dimulai

Akhir-akhir ini aku semakin pendiam
Sifat dan anluri kembali terusik
Dimana aku merasa tak nyaman
Aku akan diam saat aku tak bisa merubahnya

Menunggu hingga saat itu tiba
Saat dimana smeua menjadi mungkin untuk bisa dirubah
Tapi terkadang merubahnya bukanlah pilihan terbaik
Mengikuti arus dan merasakan bahwa semua akan lebih baik

Sama halnya dengan aliran sungai
Bukan pilihan baik untuk melawan arus
Mengikutinya adalah sisa pilihan yang wajib diikuti
Bukan lagi sebuah pengharapan bahwa arus akan kembali untuk yang terlewati

Semua mulai kembali pada zona nyaman sebelumnya
Zona dimana kita bisa menjadi dan menikmati semuanya sendiri
Sisa waktu yang nyaris habis kini sudah tak lagi berarti
Setidaknya untukku masih memiliki arti

Aku hanya ingin semua menjadi alasan untuk kembali suatu hari nanti
Aku juga menginginkan apa yang ditinggalkan adalah sebuah tujuan
Menjadi semangat dan bagian potret hidup beberapa tahun silam
Karena semua yang berkumpul akan bercerai pada akhirnya

Tuhan yang memisahkan
Atau Kita yang memisahkan sendiri
Keadaan yang menciptakan
Atau Kita yang membangunnya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar