Selasa, 06 November 2012

3726 mdpl (part 6)

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT karena atas rahmat serta hidayahnya saya bisa sampai sejauh ini. Dan tak lupa shalawat serta salam saya haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang membawa kita keluar dari jaman jahilliyah.

kalau boleh jujur nih, part inilah yang saya tunggu, karena disinilah moment yang saya kejar dari 3 hari perjalanan (dari jawa-lombok). Semoga saya bisa ngasih yang terbaik buat semuanya... AMIN

27-08-2012 (Dini hari)
Hembusan tamparan angin dingin,yang masuk sampe ke tulang mas bro, serius kalo ini g bercanda. Soalnya anginnya gede banget, meski gitu g mengurangi niat para pendaki buat summit attack( semoga bener tulisannya). Wong sekitar jam 02.00 dini hari udah ada suara langkah kaki yang memulai untuk perjalanan puncak, jam segitu saya masih di dalam SB karena mank rombongan baru jalan jam 3 pagi. Sambil nunggu jam 3 dan karna udah g sabar ya udah langsung pake style buat muncak dan siapin sebotol air (1,5 L) buat bekal dijalan.

jam 03.00
Perjalanan dimulai mament, ada yang mau tau syle saya muncak??? mau tau aja apa mau tau banget???
- jaket polar plus jaket yg biasa saya punya ituh nah yg agak pudar warnanya
- celana pendek (karna g suka pake celana panjang klo mendaki)
- sepatu dan headlamp
- kain pantai warisan (warna biru)
seprti itulah style saya meski agak g jelas bentuknya tapi ya itu SAYA, g akan jadi orang lain kok buat diakui. Untuk trek menuju puncak kan di part sebelumnya (3726 mdpl part 5) di bagian akhir ada kan, tapi  itu saat masih ada matahari. Karena malam jadi yang jadi penunjuk jalan yah cuma lampu dari pendaki lain yang duluan berangkat, kalo dilihat tuh seperti lampu lampion itu nah yang berbaris membentuk sebuah jalur pendakian.

jam 04.00
Sejam sudah berlalu dan angin semakin kencang menerpa ini badan, sebuah kesalahan yang saya lakukan adalan tidak menggunakan sarung tangan jadi dinginnya nyerang tangan dan masuk ke organ dalam, yg kedua nggak menggunakan google (kaca mata) karena efek angin yang kekencengan sampe debu kemana masuk mata kalo melek tapi klo merem gmn jalannya ntar??? hmm jadikan pelajaran yo mbak mas bro sedoyo. Dan itu berdampak banyak ternyata dan karena merasa g mungkin lanjut jadi terpaksa berteduh di balik bebatuan selama hampir sejam. Karena pendaki yang naik duluan aja ada yang memilih untuk turun dan kembali muncak pagi hari saat angin tidak terlalu erotis hembusannya. Berteduh di balik bebatuan bersama pendaki yang lain, berbagi cerita dan ngegodain para pendaki bule (bnyk kok pendaki mancanegara yang datang). Saat garis-garis  orange mulai muncul perjalananpun kembali dilanjut meski angin g berkurang volumenya, dan jikalau boleh jujur saya mau membuat pengakuan "Saya hampir menyerah disini", dengan angin yang sebesar ini, dingin yang merasuk ke tulang, tangan sudah g bisa bergerak.

disini bukan puncak dimana saya mendapatkan sunrise. Salah satu faktor yang bikin down juga adalah dari sekitar 100 pendaki yang summit attack tadi pagi tuh sekitar 70 orang kembali turun sebelum muncak karena faktor cuaca. Hanya tersisa sekitar 30 orang masih bertahan dan berusaha mencapai puncak dengan segala sisa-sisa tenaga yang masih tertinggal dibadan. Karena kalau dijiwa pasti masih banyak stok tenaganya.
 ini aja langsung ku foto karena takut g mampu sampai ke puncak, karena sempat mampir pikiran tuk turun. "Daripada maksain diri sampe ke puncak namun gagal turun dan sampe rumah lagi!, malah berabe ntar", malah ada temen pendaki dari bogor kalo g salah ngomong gini " ini juga udah puncak kok, tapi 3726 nya diatas sana". hmmmmmm kataku. Berat sih foto disini buat dokumentasi menggantikan puncak, tapi buat jaga2 sih semisal tragedi di gunung slamet tempo hari terulang (gagal muncak saya mbak mas hahahahahhaa). Tetapi aku mendapatkan semangat baru saat melihat ke arah pancaran matahari, suatu keajaiban TUHAN yang besar. Bisa juga dibilang anugrah

Karena moment inilah, serasa disorot oleh mentari dan merasakan kehangatan mentari masuk kedalam jiwa, aseeeeeek. Keindahan segara anak dan kemegahan Gunung Baru yang dibawah berdiri dengan kokoh seolah-oleh menyemangati ku yang sedang setengah sadar. 


Dengan semangat baru yang diberikan oleh gunung baru dan segara anak dari bawah serta mentari pagi dan puncak 3726 dari atas. Aku merasa ada yang menarik untuk keatas dan mendorongku dari bawah, jadi serasa mereka hidup dan berjalan bersamaku. Thanks banget, gunung memang penuh misteri. Centi demi centi ku tapaki karna mank trek yang berbatu dan pasir jadi ambles kalau dipijak. Sepatu CATERPILLAR-ku aja masuk sampe full jadi tiap berapa langkah berhenti bongkar muat batu yang masuk terus pasang lagi, jalan lagi. Dan akhirnya

Jam 09.00 kalo g salah, akhir kaki ini mencapai titik tertinggi pulau lombok 3726 mdpl. 6 Jam perjalanan panjang penuh perjuangan, suka duka, rintihan, air mata, jatuh bangun, bongkar muat sepatu, Alhamdulillah Allah mengijinkan saya menjadi 1 dari sekitar 30 kurang pendaki yang mencapai puncak pagi itu. Dipuncak langsung sujud syukur, dokumentasi bentar sekitar 15 menit sekaligus menghabiskan sebatang rokok. Stok air juga tersisa beberapa teguk lagi jadi memang harus turun segera selain angin makin kencang ternyata diatas meski mentari berubah matahari. Tak lupa sedikit persembahan untuk teman-teman yang berkontribusi besar terhadap perjalanan saya. Tak Banyak yang bisa saya kasih ke teman-teman semua, insyaallah kelak Allah akan membalas semua kebaikan teman-teman semua baik di dunia maupun di akhirat AMIN.
thanks to : Orang tua, Arman sekeluarga, Ayu Sekeluarga, Oyik sekeluarga, Tiara, Ndut, Rombongan dari rekan-rekan lombok timur, Teman-teman yang g bisa disebutkan satu-satu atas doa dan dukungannya.

karena masih belum turun dari puncak jadi masih berlanjut, semoga masih ada yang setia menunggu sampai part terakhirnya ya. see ya
to be continued...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar