Saya baru belajar nulis jadi mohon maaf yak, kalo ada yg kepleset huruf-hurufnya
Sebelum jauh membahas kurikulum, pendidikan segala macam. Saya ingin mengajak rekan-rekan yang membaca buat sedikit berfikir tentang guru tuh siapa sih??? Apa hanya yang mengajar di depan kelas??? Apa semua orang yang memberikan kita pelajaran baik bersifat formal maupun non formal??? Apa sih guru itu??? kalau menurut saya guru adalah sosok yang memberikan kita pelajaran (ilmu atau pengalaman) bisa berupa orang, pengalaman, dan lain-lain. Namun tiap orang memiliki versi masing-masing kan. Kesimpulannya yah karena temanya menuntut ke guru yang mengajar dipendidikan formal jadi guru versi bangku pendidikan yang digunakan untuk membahasnya.
1. Kualitas guru
Pathokan atau standar seorang guru dikatakan berkualitas itu apa sih???? Saya orang awam mas, jujur saya g ngerti. Cuma kalau versi saya (subyektif) dikatakan berkualitas itu terlihat dari outputnya yakni kualitas dari murid-murid yang diasuhnya. Bukan dari gelar yang beliau sandang, dan lulus dari Universitas mana dengan IPK berapa. Namun bisa kita lihat sekarang banyaknya tawuran di berbagai daerah, prilaku dan cara berfikir yang anarkis dari para murid sekarang. kalao itu apa kah guru yang dikatakan tidak berkualitas??? Belum tentu, kalau dilihat sekilas memang yang salah guru karna g bisa mendidik sampai murid-muridnya berkelakuan seperti itu. (macam ndak pernah makan bangku sekolah aja mereka tuh). Namun guru memiliki batas untuk bisa mengcover semua itu, karena jika didalam lingkungan sekolah itu menjadi ranah para guru namun jika terjadi diluar lingkungan sekolah dan tanpa ada guru yang tahu itu bukan ranah guru lagi. Jangan jadikan para guru sebagai kambing hitam yang selalu menjadi sasaran demi memperbaiki nama sekolah. Kualitas guru kita sudah bagus cuma sering tercoreng oleh anak didik sendiri, sehingga mungkin nih yah (biar g suudzon) banyak guru sering mangkir saat jam ngajar karena merasa g dihargai oleh para murid. tapi jangan salah juga yah, kemarin sempet melihat di Tv yang ngasih penghargaan buat para guru yang
mengabdikan diri didaerah terpencil demi mencerdaskan generasi bangsa. Yang tidak semua guru bersedia melakukan hal mulia seperti itu. Itu baru berkualiatas lahir dan batin.
2. Kualitas Kurikulum
Membahas kualitas guru udah meski g jelas alurnya, hehehehhe. Sekarang membahas Kurikulum Pendidikan. Kalo g salah nih ya kurikulum pasti di upgrade apa update yah tiap 5 tahun tuh??? intinya diperbaharui lah. Namun kurikulumnya itu berbasic ke kompetensi apa ke pemecahan problem?? Jadi bedanya yah kalau basik kompetensi itu murid dituntut menguasai materi sedangkan pemecahan masalah dimana murid dituntut bisa mengatasi masalah yang ada meski belum bisa menguasai materi. Kalau kurikulum diindonesia kurang tau persis cuma saya mencoba menyoroti dari sudut pandang orang yang sudah tidak di bangku sekolah lagi (sudah lulus SMA). Sudah bagus juga kok, karena sebagai bukti nih hmmmmm dari tingkat kelulusan yang semakin tahun semakin baik kan dari tahun kemarin-kemarin. Meski jika dibandingkan negara lain kurikulum kita masih dibawah tapi g pedulilah wong kurikulum disesuaikan dengan kondisi negara juga yang berkembang dan juga perkembangan masyarakatnya dong. Tapi semisal kita menginginkan kualitas kurikulum berubah menjadi lebih baik, kita lah yang harus masuk kedalam itu sistem karena kita g bakal bisa merubah sistem jika kita berada diluar sistem, dan merubah dari luar itu merupakan hal yang mustahil. Saat kita tidak suka dengan sistem kita lah yang harus merubah (maksudnya dimulai dari diri sendiri dulu), bukan orang lain.
3.Infrastruktur pendidikan
Infrastruktur tuh kebutuhan dasar fisik struktur yang dibutuhkan untuk menopang organisasi yang mengolah sistem pendidikan kalau kita biacara dalam konteks ini. Maaf bila mungkin melenceng karena tau artinya juga browsing dan nyerna sendiri artinya hehehhehee. seperti yang sudah saya ulas sedikit di point 2, saat kita g suka dengan sistem kita lah yang harus merubah. Saya agak kurang tau infrastruktur yang digunakan saat ini, karena g penting buat saya tau. Infrastruktur yang ideal adalah saat sistem itu mampu berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan awal, tapi jika sistem itu mulai untuk berulah dengan menjadi bersifat komersil (dana BOS), dana buat sekolah yg rusak yang bukti nyata banyak yang g sampai itu nah baru kita rubah meski itu sulit. Kalau dari atas sampe bawah semuanya memiliki frame (manset pemikiran) yang sama bakal sulit dirubah. Tapi saya yakin, saat kita tau sistem itu benar2 salah dan g sesuai dengan tujuan awal, pstilah tergerak ini hati buat masuk kesana dan merubah sistem itu menjadi ya setidaknya sesuai dengan tujuan awal dan yang jelas berguna buat pendidikan secara mendasar ke dasar yang dulu Ki Hajar Dewantara inginkan untuk pendidikan di Indonesia. (Waduh kok sampe ke sini bahasannya). Kembali ke struktur yang dibutuhkan sebagai dasar buat nge handle nih sistem yah, dibutuhkan orang orang yang berwawasan luas dan peka terhadap perubahan jaman dan keadaan sekitar. Dan yang jelas orangnya harus berprinsip dan berhati nurani yang jelas, klo hati nuraninya murah dan bisa dibeli yah rusak sistem (meski g memungkiri banyak orang butuh uang), namun hati nurani kadang g pernah bohong kok. Saya percaya kalian lebih hebat dari saya, kalian lebih bisa menjalankan sistem dengan jauh lebih baik dari saya. Tapi kalo tangan besi saya bisa pak hehehehhe
Saran nih, dari tadi kan udah ngoceh dan menyalahkan, jadi saya ndak mau jadi orang yang cuma bisa mengkritik tanpa ngasih solusi. Semoga aja solusinya beneer hehehhee
1. Kualitas guru = lebih ditingkatin lagi, dengan berkaca dari guru yang mendapat penghargaan dari negara atas pengabdiannya. Beliau aja bisa kok padahal ditopang dengan fasilitas yang minim karena di pedalaman. Saya yakin anda semua bisa lebih baik dari beliau, jika anda mau lebih memikirkan apa yang mereka butuhkan bukan apa yg anda butuhkan
2. Kualitas pendidikan = kualitas juga perlu ditingkatkan cuma jangan menyusahkan murid demi maningkatkan kualitas di mata negara lain. Peduli dengan kata mereka, buat apa kita baik di mata orang tapi dalam diri kita bobrok. Pasti ada cara halus, meski pelan, lambat asal pasti dan g banyak resiko yang ditanggung. Saya yakin kok, anda-anda yang diatas sana lebih tau karena anda yang sudah ada didalam kurikulum, anda yang membuat kurikulum. Saya tau anda pusing karena menanggapi dari berbagai aspek tapi dari semua aspek itu pasti menuju ke satu titik. Dan titik itu bisa kita raih bersama dengan murid bukan dengan menaikan updatean dari kurikulum
3. infrastruktur pendidikan = kenali lebih dalam orang-orang sekitar anda, yang bekerja bersama anda menjalani sistem ini. Saat sudah mulai melenceng dari tujuan yah ditarik lagi biar bisa kembali ke jalur. Saat mulai menyalahi aturan, anda-anda semua lebih tau apa yang harus dilakuin. Saya titipkan harapan saya kepada anda semua.
Thanks udah berkenan membaca, masalah memenuhi syarat atau tidak udah bukan tujuan awal saya. Membuat tulisan ini saja membuat saya sadar akan nasib orang lain. Thanks udah buat moment seperti ini.
Sukses selalu untuk kalian semua (pihak penyelenggara)
:-) bagus...
BalasHapus.
salam kenal ya. silahkan main juga ke blog saya.