Minggu, 10 Maret 2013

Kenapa kamu tidak seperti mereka?

Rasa yang tak bisa bebas
Terikat secara tidak langsung
Tak mampu diabaikan
Meski juga tak diinginkan

Kenapa kamu tidak seperti mereka?? Pertanyaan yang sering ku dengar tapi memang untuk malam ini ntah kenapa hal itu menjadi sangat mengganggu. Sudah lama rasanya tak ku ungkapkan pikiran ini kepadamu, meski hanya sekedar berbagi. Setidaknya kepalaku tidak akan meledak saat ku tahan semua itu sendiri. Pertanyaan yang ambigu dan menyiratkan banyak pernyataan dan pertanyaan. Saat ditanya Kenapa/Mengapa?, otak kita siap tuk memberikan banyak alasan untuk menutupi kebenaran, bukan memperjelas saat kita belum bisa menjelaskannya. Ku coba tuk mengira-ngira beberapa kemungkinan maksudnya

1. Sama seperti mereka dalam tema cinta
G dipungkiri memang malming identik dengan orang jalan dengan pacarnya tapi bukan hal mutlak yang wajib kan. Dan saya memilih tidak harus seperti itu, karena saya memang belum bisa malming dengan hatinya.

Aku bisa malming dengan orangnya
Aku bisa bercanda dengan orangnya
Aku bisa dekat dengan orangnya
Tapi bukan hatinya

Buat apa kita berjalan bersama namun hanya ada raganya saja (bukan mayat hidup lho). Apa yang kita coba jalin saat moment itu hanya diterpa angin dan kepadatan jalanan saja. Cuma lelah dan tanda tanya yang diperoleh. Jangan lakukan jika itu terpaksa, ketidak tulusan hanya membawa rasa sakit meski niat itu baik tetap saja itu masuk dalam kategori bohong ringan.

2. Sama seperti mereka dalam tema akademik
Banyak teman saya, berambisi dan terlalu nafsu dengan nilai sempuran. Meski yang saya tau bahwa kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta saja, tapi biarlah. Ada yang lebih penting dari sekedar nilai diatas kertas yakni moral, etika, sosial. Coba kalian bayangin aja, saat nilai kalian sempurna namun moral kalian buruk, etika kalian tidak ada karna merasa bangga dengan nilai sempurna dan ingin dianggap hebat. Atau sosial kalian yang kurang, mau hidup dengan siapa men??? Keluarga??? g selamanya keluarga akan ada disampingmu kawan. 

Buat aku masih banyak yang jauh lebih penting dari sekedar nilai,
meski tanpa nilai kita juga dianggap sampah.

3. Sama seperti mereka dalam tema kebebasan
Bicara tentang bebas, sampai sekarang aku belum punya definisi fix tentang apa itu bebas. Buat semua yang baca tulisan ini, jika punya definisi bebas mungkin bisa dikirim ke saya lewat media apapun. Aku ingin berbagi saja, kita flash back sedikit saat kita masih di bangku sekolah dasar atau menengah. Saat kita menjawab pertanyaan dengan versi kita, terkadang disalahkan dan diberi nilai jelek karna tidak sesuai dengan jawaban guru meski pada dasarnya sama. Secara tidak langsung kita dipaksa menurut dengan apa yang dikatakan sistem, lantas kebebasannya dimana?? wong jawaban aja yang sifatnya sepele harus ngikut isi kepala orang lain??? kebebasan berfikir telah direnggut itu point pertama.

Berteriak tentang kebebasan semu
Tanpa pernah mengerti apa yang diteriakkannya
Sekedar menentang tanpa pernah tau
Apa yang ditentangnya

Kita bebas dalam melakukan apapun bukan berarti bebas itu tidak ada batasnya. Batas dari sebuah kebebasan adalah kebebasan orang lain. Saat kebebasan kita mengganggu dan merugikan orang lain maka hal itu bukan lagi kebebasan tapi kesewenang-wenangan. Bijak lah dalam memaknai arti bebas dan berprilaku bebas tanpa mengganggu kebebasan orang lain juga norma di tempatmu berada karena pasti ada aturannya.


-efek insomnia-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar