Cahaya adalah sumber kehidupan
Gelap adalah bagian dari cahaya
Sering terlupakan
Karena tidak diinginkan
Dua sisi yang tidak bis terpisahkan
Dua bagian yang berjalan bersamaan
Dua keadaan yang bertolak belakang
Dan tidak ingin saling mengenal
Terlahir
ditempat gelap bukanlah sebuah harapan. Siapa yang ingin dilahirkan
tanpa bisa melihat secara utuh?? Tapi itulah takdir-Nya. Dia berumur
setengah abad, badannya tak lagi kekar, kakinya kian gemetar saat
menapaki jalan setapak untuk mencapai ladang dibalik rumahnya. Hanya itu
jalan satu-satunya untuk mencapai dimana ia dapat meneruskan hidupnya
dan keluarganya
Jiwanya yang besar
Meski dia bukan lah orang kaya
Kekuatan hati yang besar
Meski badannya mulai membungkuk
Terabaikan oleh zaman
Terlupakan oleh waktu
Terintimidasi oleh lingkunga
Terisolasi oleh cahaya
Namanya tak lagi penting
Karena tak akan ada yang mendengar
Kondisinya tak lagi tau
Karena tak ada yang ingin tau
Tak
bisa dipercaya oleh mata ini, seumur hidupnya ia yang hidup dalam
gelapnya pulau jawa. Ia masih bisa memberikan kehidupan yang layak
untuk keluarganya, memberikan pendidikan hingga jenjang yang tinggi
untuk anaknya dan tidak meminta belas kasihan sedikitpun dari orang
lain. Tak ada sekatapun yang menunjukan arti penyesalan, mengeluh dan
menghujat sang PENCIPTA atas apa yang ia terima selama hidupnya.
Jujur
saya malu dengan dengan diri ini dan apa yang ada didepan mata. Saya tak akan sanggup jika
harus hidup disana dengan kondisi seperti itu, dengan segala
keterbatasan akses yang ada. Hanya bertahan dengan apa yang ada, apa
yang selama ini sudah ku lakukan. Mengeluh, menghujat TIDAK ADIL, Merasa
paling menderita dan segalanya ingin dibenarkan selalu.
Orang hebat memang tidak harus kaya
Orang besar tidak harus sukses (materi)
Menjalani hidup dengan ikhlas
Menjalani takdir tanpa menyalahkan
Terkadang
sebuah pilihan itu bersifat memaksakan. Mereka dipaksa memilih bertahan
disana karena memang hanya disana tanah kelahiran yang mereka punya.
Meski bencana kian datang melanda, bisa menghilangkan nyawa siapa aja
termasuk orang-orang yang dicintainya. Namun rasa takut itu tidak
sedikitpun ada di raut dan bahasa tubuh mereka semua.
Apa
yang mereka tunggu sepanjang hidupnya mulai terjawab, pasokan listrik
akhirnya datang meneriangi desa ini, tepatnya sebulan yang lalu sebelum
kami datang berkunjung. Sebuah desa diujung pelosok timur kab. pemalang,
kec. watu kumpul, desa cikadu, dukuh tembelang bawah. Seolah mendapat
mukjizat Tuhan karena itulah yang menjadi harapan untuk bibit-bibit yang
akan menerusakan cahaya di desa mereka. Jalan yang berbatu, menanjak
dan tidaklah lebar hanya seukuran sebuah mobil.
Cahaya kian memancar
Meski tak besar dan membara
Berharap inilah awal dari sebuah lentera
Untuk kalian dan tanah kelahiran kalian semua
Kalian termasuk dalam draf orang hebat yang kami punya
Kami belajar dari kalian semua
Dan kami bukan apa-apa jika dibandingkan
Dan kami tidak ada apa-apanya meski kami punya apa yang tidak kalian miliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar