Sabtu, 14 September 2013

Anonim (Senja Pertama)

Senyum yang tak pernah pudar meski letih dan capek serasa membebani tubuh mungilnya. Tubuhnya memang kecil untuk gadis seumurannya, tapi hati dan pikirannya tidak sekecil ukuran badannya. "Dont judge the book from the cover" aku rasa kata-kata itu sesuai untuk saat ini.

Tak ada besar tanpa ada kecil
Tak ada putih tanpa ada hitam
Tak ada senang tanpa ada susah
Tak ada hasil tanpa ada usaha

Semua terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing karena manusia tidak trelahir MAHA sempurna. Setidaknya itu yang kita semua tau, namun fatimah terlahir dengan banyak hal besar dibalik fisiknya yang kecil atau lebih tepatnya imut orang masa kini menyebutnya. Fatimah termasuk gadis yang cerdas dan memiliki cara berfikir yang sedikit berbeda pada umumnya. Sedikit memikir luas dan jauh kedepan karena memang dia lebih sering menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Menurutnya buku adalah senjata paling kuat didunia ini, dari buku ia bisa tau segalanya, ia bisa tau dunia tanpa perlu menyentuh dengan tangannya sendiri secara nyata, dan ia bisa melihat proyeksi dunia tanpa perlu melihat sekitar dengan kedua matanya sang sayu akibat kurang tidur semalam.

Senja lagi bersahabat sore itu, dimana ia seolah ingin memilikinya untuk dirinya sendiri (setidaknya begitu). Ia menapaki bukit batu itu demi mendapatkan senja secara utuh tanpa ada yang menyainginya. Tapi saat dia sampai disana ia menemukan seorang laki-laki sedang menatap senja tanpa peduli dengan lingkungan sekitar, hingga tidak menyadari kehadirannya. Wajah nya seolah disinari cahaya senja yang tidak menyilaukan mata, tubuhnya terpaku menatap wajah laki-laki itu seolah tak percaya mengapa ada dia disini. Harusnya ia sendirian disini untuk mengambil semua senja itu sendirian, ingin marah tapi tak kuasa berucap karena pemandangan ini tak rela dilewatkan.

Apa yang kamu lakukan disini?" Tanyanya lirih mencoba memulai pembicaraan
Hah,, apa?" laki-laki itu kaget karena hilang fokusnya
Kamu...... Kenapa kamu ada disini? Ini kan tempatku? ujarnya
Tempatmu?? emang ada tulisannya? disini tempat aku menghabiskan waktu bersama senja " jawab laki-laki itu
Nggak mau tahu pokoknya kamu minggir karena aku mau nikmatin senja ini sendiri" ujarnya
Masih begitu luas disini, kamu bisa menikmatinya dari mana saja. Jangan egosi gadis kecil " kata laki-laki itu
Mukanya mulai memerah " aku bukan gadis kecil, cuma badanku yang kecil. Aku udah besar tau " dengan sedikit cemberut
" ahahahhaha, ndak usah gitu mukanya. Sini, duduklah disampingku kit abisa menghabiskan senja disini berdua daripada berdebat yang tidak penting" ujar laki-laki itu
Seolah tersihir, ia pun menuruti perkataan laki-laki itu. Ia pun duduk disamping laki-laki itu diantara bebatuan. Tak jarang ia mencuri pandang untuk mengulangi apa yang dilihatnya pertama kali saat tiba di tempat itu.

Dia tak megninginkan semua cepat berakhir
Senja tak punya waktu lama diantara mereka
Senja yang menentukan akhir dari semua ini
Senja juga yang memulai cerita ini

Pertemuan yang tidak direncanakan
Kejadian yang menyisakan kenangan
Berharap impian tak lagi harapan
Senja adalah idola saat ini

*to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar