Aku adalah emas dalam batu
Berkilau tanpa mampu mengkilaukan
Berharga tanpa bisa menunjukkannya
Apa memang aku tak berharga
Perasaan itu kian nyata
Karena tak ada suara yang pernah ku dengar
Seolah semua menghindar
Atau memang mulai menghilang
Aku ingin lepas dan berharga
Aku ingin membentuk diriku sendiri
Aku ingin dipandang dari dekat
Sama seperti kalian semua
Terkadang rasa iri itu datang
Tak jarang rasa sepi itu mampir
Terkadang rasa takut itu datang
Tak jarang pula rasa ini semakin tak dimengerti
Tapi aku tak bisa
Aku menunggu sang waktu membelai kilauku
Tapi aku juga tak ingin
Selamanya terjebak didalam sini
Aku ingin melihat mentari
Aku ingin melihat rembulan
Aku ingin mendengar suara ombak
Aku ingin berbaring dipadang rumput
Dari sini aku bisa mendengar
Dari sini aku bisa melihat
Dari sini aku bisa merasa
Namun semua itu hanya persepsiku
Mungkin aku tidak seberuntung kalian
Untuk kehidupan yang kudapatkan
Tapi kalian juga belum tentu seberuntung diriku
Untuk kehidupan yang tak kalian rasakan
Rumput tentangga memang lebih hijau
Karena rumput kita terasa gersang
Bukan berarti rumput tetangga lebih baik
Bersyukur adalah solusi terbaik yang bisa ku sampaikan
Kita selalu punya pilihan soal hidup
Kita selalu punya hati untuk membantu memilih
Kita selalu punya otak untuk membantu berfikir
Kita selalu punya mereka yang percaya pada apa pilihan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar