Selasa, 04 Februari 2014

Apa Itu Benar?

Aku adalah emas dalam batu
Berkilau tanpa mampu mengkilaukan
Berharga tanpa bisa menunjukkannya
Apa memang aku tak berharga

Perasaan itu kian nyata
Karena tak ada suara yang pernah ku dengar
Seolah semua menghindar
Atau memang mulai menghilang

Aku ingin lepas dan berharga
Aku ingin membentuk diriku sendiri
Aku ingin dipandang dari dekat
Sama seperti kalian semua

Terkadang rasa iri itu datang
Tak jarang rasa sepi itu mampir
Terkadang rasa takut itu datang
Tak jarang pula rasa ini semakin tak dimengerti

Tapi aku tak bisa
Aku menunggu sang waktu membelai kilauku
Tapi aku juga tak ingin
Selamanya terjebak didalam sini

Aku ingin melihat mentari
Aku ingin melihat rembulan
Aku ingin mendengar suara ombak
Aku ingin berbaring dipadang rumput

Dari sini aku bisa mendengar
Dari sini aku bisa melihat
Dari sini aku bisa merasa
Namun semua itu hanya persepsiku

Mungkin aku tidak seberuntung kalian
Untuk kehidupan yang kudapatkan
Tapi kalian juga belum tentu seberuntung diriku
Untuk kehidupan yang tak kalian rasakan

Rumput tentangga memang lebih hijau
Karena rumput kita terasa gersang
Bukan berarti rumput tetangga lebih baik
Bersyukur adalah solusi terbaik yang bisa ku sampaikan

Kita selalu punya pilihan soal hidup
Kita selalu punya hati untuk membantu memilih
Kita selalu punya otak untuk membantu berfikir
Kita selalu punya mereka yang percaya pada apa pilihan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar