Kamis, 07 Agustus 2014

Isi Kepala Mu?

Terlampau jauh dari keramainan kota
Hening ngebuat kita mengerti
Bahwa apa yang kita pikirkan adalah roda
Terus berputar dan terus dipikirkan hingga sampai tujuan

Untuk apa semua itu
Untuk siapa kita melakukan itu
Apa yang ingin dicari
Apa yang ingin didapatkan

Serasa semua akan segera berakhir
Atau memang sudah mulai berakhir
Tersisa menjadi yang terakhir bukanlah yang terbaik
Harus melihat semua kembali menjadi nol

Dari nol kembali menjadi nol
Haruskah mutlak seperti itu
Bahkan anak TK sekalipun tak pernah memikirkan hal itu
Kecerdasan yang berlebihan yang kau miliki adalah penyebabnya

Kecerdasan yang tak mampu diimbangi rasa percaya
Kecerdasan yang tak bisa diterima orang lain
Bukan karena hal itu salah
Hanya saja hal itu tidak bisa dibenarkan

Apa yang kau lihat adalah yang kau hindari
Apa yang terjadi adalah akibat dari yang dilakukan
Semua ada masanya
Dan ntah sampai kapan batasannya

Adakah yang bisa kulakukan untukmu
Selain menghapus air matamu?
Air mata yang tak mungkin keluar lagi karena persoalan yang berbeda
Tangan ini masih basah untuk menghapus karena masalah yang sama

Tangan ini memang tak mungkin lebih indah dari tangan-NYA
Setidaknya akan ada lebih dari sepasang tangan untuk membawanya
Apa yang biasa kau bawa sendiri
Akan menjadi setengah, seperempat dan sepersekian jika diterima

Keberadaannya adalah karena keinginannya dan atas ijin Tuhan tentunya
Tapi kepergiannya adalah murni keinginannya
Bahkan binatang sekalipun akan pergi mencari daerah baru untuk hidup
Kepergian bisa dikatakan sebuah naluri alamiah

Keadaan terkadang tak sesuai keinginan (WAJAR)
Memaki keadaan dan tenggelam dalam dendam kepadanya (Kurang Ajar)
Sudah mulai dewasa dimana kanak-kanak mulai pudar
Masihkah mengistimewakan diri dengan menggunakan kanak-kanakmu yang telah hilang (Setidaknya Begitu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar