Kamis, 22 Januari 2015

Gelas Kosong

Kamu adalah bagian dari kado terindah
Yang kota ini berikan diakhir-akhir sisa waktuku
Bohong jika aku berkata semua baik baik saja
Ibarat sebuah gelas kosong yang hanya menjadi pajangan

Aku hanya harus terus berjalan kedepan
Karena waktu tidak pernah melihat kebelakang
Menyukai hal yang tidak kusukai tidak semudah
Saat aku mengatakannya kepadamu

Tidak ada yang bisa dilakukan
Tidak ada yang bisa dikatakan
Sudah selesai hingga batas yang ditentukan
Batasan yang dibuat hanya untuk menjaga

Malah menjadi sebuah penjara untuk kami
Disaat kita tidak mampu lagi melakukan yang diinginkan
Disaat sebuah kata pun tak bisa menembusnya
Apalagui hanya sebuah coretan yang tak pernah sampai kepadanya

Kesepakatan atau perjanjian tanpa hitam diatas putih
Sebuah keterikatan tanpa saksi
Memegang apa yang dikatakan
Bertaruh pada rasa yang orang bilang kepercayaan

Kesepakatan ada karena keinginan dua orang manusia
Bukan salah satu diantara kami yang manusia
Dan yang lain bukan manusia
Hanya karena tidak ditemukan lagi dimana keberadaannnya

Kesepakatan bisa dirubah jika keduanya menginginkannya
Bukan salah satu diantara kami yang menginginkannya
Tapi terkadang mereka melakukannya sesuka hati
Karena tak pernah ada bukti otentik yang nyata

Perbedaan cara berfikir menjadi jurang pemisah
Awal dari semua mulai terbuka jarak
Fikiran putih yang sangat mudah disumbangin warna oleh orang lain
Perasaan polos tanpa pernah tahu sebelum menemukan

Terkadang aku merindukan keadaan yang dulu
Dimana kasta bukan lagi sebuah pembeda
Keramahan tanpa alasan
Kehangatan tanpa kemunafikan

Rasa itu telah sampai pada batasnya
Batas yang kita tetapkan
Bukan waktu untuk menyudahi semuanya
Alibi terbaik yang kau berikan untuk mundur dengan aman (menurutnya begitu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar