Rante Mario 3478 mdpl
Hujan masih saja terus memberikan alasan untuk bertahan pada sebuha keyakinan yang telah ditetapkan untuk dipilih. Malam itu aku masih terombang ambing dalam ketidakpastian. andai aku tahu bahwa semua yang mereka katakan adalah sebuah keterpaksaan mungkin saja semua tidak akan seperti ini. ROP yang kubuat bukan berdasarkan keterpaksaan dan merupakan kesepakatan yang mereka ucapkan didepanku tapi tidak dibelakangku.
Rabu, 10 Desember 2014 ( jam 9 malam)
Apa yang sebenarnya terjadi tidak ku mengerti hingga aku tiba disana. Ketidakjelasan dari apa yang sempat kerasakan mulai terjawab satu demi satu. Dia yang menjanjikan, dia juga yang menyalahkan. Aku yang mempasrahkan semua kepada apa yang dikatakannya karena aku tidak tahu hraus percaya pada siapa lagi disini. Tanah yang asing bagiku dan untuk kepribadianku. Terluntung lantung tanpa kejelasan yang mana dan dengan siapa aku akan pergi. Kupasrahkan dengan apa yang tuhan takdirkan nantinya. Jika memang harus sendiripun aku rela kok karena memang seperti itulah biasanya aku bepergian.
Berjalan dalam ketidakpastian jauh lebih menyenangkan
Dibanding dalam rasa pasti namun diabaikan begitu saja
Seolah semua menjadi tak ada harganya
Seolah menjadi bukan bagian darinya
Kepalsuan adalah hal yang memuakkan
Memang indah didepan
Namun tidak dibelakang
Kepalsuan adalah penolakan secara halus
(jam 11 malam)
Tak kutemukan apa yang mereka katakan dan tak kumengerti apa yang mereka bicarakan. Aku hanya mengerti bahwa semua mulai memburuk malam ini tapi pasti ada jalan lain yang Tuhan tunjukkan. Berpindah dari satu sekret ke sekret lain, dari satu KPA ke KPA lain. Berkenalan dengan satu sama lain para penghuni sekret yang menceritakan kisah mereka dan apa yang mereka alami selama ini bersama saudara-saudara mereka. Telpon sana sini berharap akan menemukan seseorang yang akan bersedia menemaniku berjalan bersama mendaki gunung yang menjadi bagian dari impianku. Keikhlasan dalam berjalan bukan hanya sebuah kaki yang bergerak melainkan sebuah pengorbanan yang diberikan untuk sebuah langkah kaki yang dilakukan.
(jam 3 pagi)
Sebuah suara yang tak begitu jelas kudengar disaat asemua harapan kian memudar dan seolah akan berhenti disana. "Si ini yang akan menemanimu berangkat", suara terakhir sebelum mata ini benar-benar terpejam disudut ruangan itu dikala hujan juga membuat bising seisi ruangan.
Benar atau salah
Dia atau bukan
Terwujud atau tidak
Berhasil atau tidak
Bukan lagi hal yang penting untukku
Aku hanya memiliki misi yang harus kulakukan
Dengan tanpa mengurangi rasa hormat
Tak ada sanggahan atau protes yang kulakukan
Karena memang sejak awal sudah kupercayakan pada mereka
Percaya yang tak seharusnya diberikan seutuhnya
Percaya hanya pada tuhan dan tidak dibagi atau berbagi
Selain pada mereka yang layak dan pantas untuk diberikan
"Saat aku tak bisa sedikit melunakkan hatiku, setidaknya aku tidak memperkeras pikiranku"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar