# Teringat janji manis kita semua yang kita buat saat kita belum mengerti bahwa dunia itu sangat kejam. Lebih kejam dari binatang yang memakan anaknya sendiri pada beberapa karnivora dialam liar sana. Jika ada yang bertanya tentang apa dan mengapa?semua itu hanya waktu yang akan menjawab pada akhirnya. Kita hanya bisa memilih yang menurut kita paling mendekati apa itu benar dan enak untuk KITA bukan untuk dia atau pun orang lain. Ntah kenapa rasa ini begitu berat, banyak yang harus dikorbankan untuk apa yang kita butuhkan. Tak siapkah?? Apa hanya belum bisa berjalan sendiri tanpa adanya penopang??
# Hari ini adalah hari pertama aku masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama di kotaku. Asing berada disini dengan asal ku yang bukan dari kalangan orang kaya, dan teman-temanku juga pada memutuskan untuk memmbantu orang tua mereka. Kelak aku akan membawa kalian semua kearah sukses dengan cara ku, aku tak ingin pendidikan ini akan tak berguna bagi siapapun. Aku masuk diruang X C, ntah kenapa aku ditempatkan disana. Rumornya hanya anak-anak orang kaya yang masuk di kelas A dan kelas B berisikan orang-orang yang orang tuanya bekerja sebagai guru dan karyawan disekolah ini. Dan dikelas C sisa-sisanya. Aku tak peduli dengan semua itu, bisa melanjutkan sekolah saja itu sudah jauh dari kata cukup. Tak banyak yang bisa ditangkap selain soal MOS (Masa Orientasi Siswa) yang akan diadakan 3 hari dan menginap disekolah. Orientasi terhadap apa?? perkenalan tentang apa?? yang kutau MOS hanyalah ajang perploncoan karena tak ada nilai-nilai yang ditanamkan didalamnya. Sangat ironi karena mereka tak mengenal arti perkenalan yang sesungguhnya, hanya image yang ditanamkan dan mereka ingin dikenal adik-adiknya seperti itu.
Hari pertama
Jam 6.00 kita sudah disuruh datang semua dan harus mengikuti semua kegiatan yang ada. Seorang ketua Mos (Sebut saja MAKI), dia membuka acara dengan membacakan semua peraturan dan larangan-larangan serta sangsi yang ada. Baru dia menjelaskan apa yang akan kita lakukan hari ini sampe nanti malam. Belum selesai dia menjelaskan, kami dikagetkan dengan siswa-siswi baru yang terlambat datang sontak semua bergerumbul dan memarahi mereka berdua menjadi bulan-bulanan panitia lainnya.
"Kalian ndak punya jam apa, ini sekarang sudah jam berapa? baru masuk aja berlagak!!! bentak panitia
"Maaf kak, tadi ban motornya kempes jadi telat" ungkap siswa itu
"Alasan kalian ini, udah hukum aja. Gantung di tiang bendera!" pinta salah satu panitia
"jangan kak, kami g tau kalau bakalan seperti tadi" jelas siswi yang hampir menagis
"Udah, udah langsung masuk ke barisan aja. bentar lagi Kepsek ngasih pembukaan soalnya" ujar ketua Mos
Tak kusangka kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia terlihat dingin, arogan dan sombong tanpa ada senyum sedikit pun buat kami yang akan menjadi bagian dari sekolahan mereka. Kukira seorang kepala sekolah itu botak, gemuk dan agak pendek tapi yang ini berbeda. Dia tinggi dan belum terlalu tua, rambutnya hitam dan bagus. Tak seseram dan jauh dari apa yang ada dalam benakku.
Jam 12.00
Jenuh otak mendengarkan apa yang kurang penting dari pagi hanya mendengar ceramah. Ini adalah jam makan siang dan semua peserta membawa bekal sesuai yang diminta. Namun ada 1 cewek yang kebetulan tidak bisa makan sehingga harus membawa bekal yang lain untuk dimakannya siang itu. Panitia sewot dan merasa itu hanyalah sebuah alasan dan gadis itu tak diijinkan memakan bekalnya lantas dibiarkan pergi. Aku mendekatinya dan membagi bekalku dengannya, ia memakan apa yang bisa ia makan dan kami berbagi seadanya siang itu. Namanya Melati, gadis cantik dengan rambut lurus, badan tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk juga. Jika dilihat sekilas mungkin kita akan tertipu dengan penampilannya yang biasa karena ku tahu bahwa dia tergolong anak orang kaya. Perkenalan singkat kami tak disangka menjadi akrab layaknya seorang sahabat karib. Tak dapat dipungkiri bahwasanya dia yang dikenal saat MOS akan menjadi soulmate sepanjang studinya nanti dan kami juga berharap demikian nantinya.
Jam 20.00
Setelah makan malam selesai, kami diminta berkumpul di sekitar api unggun. Semua panitia juga berkumpul kecuali ketua, ntah kenapa sosok itu tak hadir disana padahal menurutku saat yang paling seru adalah saat api unggun. Kenapa aku mencari orang seperti itu?? Semoga ini bukan apa-apa.
"Agenda kita malam ini adalah game, dimana siapa yang nanti masih memegang itu botol saat lagu habis maka dia yang akan kena hukuman. Dan hukumannya itu nanti ada yang dari kita dan ada yang dari peserta." kata panitia. Lagu sudah dimulai dan botol mulai bergulir, berharap itu botol tak berhenti padaku karena aku tak tau hukuman apa yang nantinya ku dapatkan. Tak sesuai harapan karena lagu habis pas aku akan menyerahkan itu botol kepada teman yang lain. Mimpi apa aku semalam sampe harus terjadi hal ini,
"Kamu maju ketengah dan perkenalkan dirimu dulu" kata panitia
"Namaku Lala" kataku singkat
"oke, nama dia lala. dari peserta mungkin mau ngasih hukuman apa? tanya panitia
"suruh joget dangdut aja" jawab peserta cowok
"gimana yang lain?? setuju??" ujar panitia
"setujuuuuuuuuuuuuuuu" sontak semua setuju dan mukaku mulai merah
"tapi kamu yang nyanyi tantangku kepada peserta cowok tadi" min aku g malu sendiri
"ogah, kenapa aku harus ikutan, kan kamu yang dihukum" kata peserta co
"kan kamu yang mulai" ujarku
"daripada kalian berantem, mending kalian berdua yang disini" jelas panitia
sambil menggerutu ia akhirnya maju dan menyanyi sesuai lagu yang diminta, kapok kamu minimal aku g malu sendiri untuk saat ini
"awas yah, ku balas ntar kamu. kata peserta itu
Hukuman pertama selesai dan aku belum lega karena ada yang berikutnya yang mungkin lebih kejam dari panitia. kan mereka memang suka usil.
"Untuk hukuman berikutnya kamu harus nyariin si ketua dan bawa dia kesini. Dia ada di salah satu tempat disekolahan ini. Bawa dia kesini sebelum acara ini selesai, kalo bisa sebelum tengah malam" kata panitia
Mampus aku, sekolah segede ini harus nyari kemana lagi orang satu itu. Mana ruangan kelasnya banyak lagi. Serem pula karena lampunya minim ditiap koridor. Aku langsung mencoba berjalan dilantai pertama dan berharap menemukannya disalah satu sudut tempat. Angin mulai membuat bulu kuduk berdiri dan terasa merinding. Bayangin aja jalan sendiri di sekolah segede istana, aku beranikan diri aja untuk untuk naik kelantai dua dan terlihat sesosok bayangan lewat sebelum aku sampai ke lantai dua. Aku ikuti arah bayangan itu lewat karena memang cepat jadi hilang disudut koridor. Mencoba mendekati ujung koridor dan tiba - tiba terdengar suara...............
to be continued
# Hari ini adalah hari pertama aku masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah ternama di kotaku. Asing berada disini dengan asal ku yang bukan dari kalangan orang kaya, dan teman-temanku juga pada memutuskan untuk memmbantu orang tua mereka. Kelak aku akan membawa kalian semua kearah sukses dengan cara ku, aku tak ingin pendidikan ini akan tak berguna bagi siapapun. Aku masuk diruang X C, ntah kenapa aku ditempatkan disana. Rumornya hanya anak-anak orang kaya yang masuk di kelas A dan kelas B berisikan orang-orang yang orang tuanya bekerja sebagai guru dan karyawan disekolah ini. Dan dikelas C sisa-sisanya. Aku tak peduli dengan semua itu, bisa melanjutkan sekolah saja itu sudah jauh dari kata cukup. Tak banyak yang bisa ditangkap selain soal MOS (Masa Orientasi Siswa) yang akan diadakan 3 hari dan menginap disekolah. Orientasi terhadap apa?? perkenalan tentang apa?? yang kutau MOS hanyalah ajang perploncoan karena tak ada nilai-nilai yang ditanamkan didalamnya. Sangat ironi karena mereka tak mengenal arti perkenalan yang sesungguhnya, hanya image yang ditanamkan dan mereka ingin dikenal adik-adiknya seperti itu.
Hari pertama
Jam 6.00 kita sudah disuruh datang semua dan harus mengikuti semua kegiatan yang ada. Seorang ketua Mos (Sebut saja MAKI), dia membuka acara dengan membacakan semua peraturan dan larangan-larangan serta sangsi yang ada. Baru dia menjelaskan apa yang akan kita lakukan hari ini sampe nanti malam. Belum selesai dia menjelaskan, kami dikagetkan dengan siswa-siswi baru yang terlambat datang sontak semua bergerumbul dan memarahi mereka berdua menjadi bulan-bulanan panitia lainnya.
"Kalian ndak punya jam apa, ini sekarang sudah jam berapa? baru masuk aja berlagak!!! bentak panitia
"Maaf kak, tadi ban motornya kempes jadi telat" ungkap siswa itu
"Alasan kalian ini, udah hukum aja. Gantung di tiang bendera!" pinta salah satu panitia
"jangan kak, kami g tau kalau bakalan seperti tadi" jelas siswi yang hampir menagis
"Udah, udah langsung masuk ke barisan aja. bentar lagi Kepsek ngasih pembukaan soalnya" ujar ketua Mos
Tak kusangka kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia terlihat dingin, arogan dan sombong tanpa ada senyum sedikit pun buat kami yang akan menjadi bagian dari sekolahan mereka. Kukira seorang kepala sekolah itu botak, gemuk dan agak pendek tapi yang ini berbeda. Dia tinggi dan belum terlalu tua, rambutnya hitam dan bagus. Tak seseram dan jauh dari apa yang ada dalam benakku.
Jam 12.00
Jenuh otak mendengarkan apa yang kurang penting dari pagi hanya mendengar ceramah. Ini adalah jam makan siang dan semua peserta membawa bekal sesuai yang diminta. Namun ada 1 cewek yang kebetulan tidak bisa makan sehingga harus membawa bekal yang lain untuk dimakannya siang itu. Panitia sewot dan merasa itu hanyalah sebuah alasan dan gadis itu tak diijinkan memakan bekalnya lantas dibiarkan pergi. Aku mendekatinya dan membagi bekalku dengannya, ia memakan apa yang bisa ia makan dan kami berbagi seadanya siang itu. Namanya Melati, gadis cantik dengan rambut lurus, badan tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk juga. Jika dilihat sekilas mungkin kita akan tertipu dengan penampilannya yang biasa karena ku tahu bahwa dia tergolong anak orang kaya. Perkenalan singkat kami tak disangka menjadi akrab layaknya seorang sahabat karib. Tak dapat dipungkiri bahwasanya dia yang dikenal saat MOS akan menjadi soulmate sepanjang studinya nanti dan kami juga berharap demikian nantinya.
Jam 20.00
Setelah makan malam selesai, kami diminta berkumpul di sekitar api unggun. Semua panitia juga berkumpul kecuali ketua, ntah kenapa sosok itu tak hadir disana padahal menurutku saat yang paling seru adalah saat api unggun. Kenapa aku mencari orang seperti itu?? Semoga ini bukan apa-apa.
"Agenda kita malam ini adalah game, dimana siapa yang nanti masih memegang itu botol saat lagu habis maka dia yang akan kena hukuman. Dan hukumannya itu nanti ada yang dari kita dan ada yang dari peserta." kata panitia. Lagu sudah dimulai dan botol mulai bergulir, berharap itu botol tak berhenti padaku karena aku tak tau hukuman apa yang nantinya ku dapatkan. Tak sesuai harapan karena lagu habis pas aku akan menyerahkan itu botol kepada teman yang lain. Mimpi apa aku semalam sampe harus terjadi hal ini,
"Kamu maju ketengah dan perkenalkan dirimu dulu" kata panitia
"Namaku Lala" kataku singkat
"oke, nama dia lala. dari peserta mungkin mau ngasih hukuman apa? tanya panitia
"suruh joget dangdut aja" jawab peserta cowok
"gimana yang lain?? setuju??" ujar panitia
"setujuuuuuuuuuuuuuuu" sontak semua setuju dan mukaku mulai merah
"tapi kamu yang nyanyi tantangku kepada peserta cowok tadi" min aku g malu sendiri
"ogah, kenapa aku harus ikutan, kan kamu yang dihukum" kata peserta co
"kan kamu yang mulai" ujarku
"daripada kalian berantem, mending kalian berdua yang disini" jelas panitia
sambil menggerutu ia akhirnya maju dan menyanyi sesuai lagu yang diminta, kapok kamu minimal aku g malu sendiri untuk saat ini
"awas yah, ku balas ntar kamu. kata peserta itu
Hukuman pertama selesai dan aku belum lega karena ada yang berikutnya yang mungkin lebih kejam dari panitia. kan mereka memang suka usil.
"Untuk hukuman berikutnya kamu harus nyariin si ketua dan bawa dia kesini. Dia ada di salah satu tempat disekolahan ini. Bawa dia kesini sebelum acara ini selesai, kalo bisa sebelum tengah malam" kata panitia
Mampus aku, sekolah segede ini harus nyari kemana lagi orang satu itu. Mana ruangan kelasnya banyak lagi. Serem pula karena lampunya minim ditiap koridor. Aku langsung mencoba berjalan dilantai pertama dan berharap menemukannya disalah satu sudut tempat. Angin mulai membuat bulu kuduk berdiri dan terasa merinding. Bayangin aja jalan sendiri di sekolah segede istana, aku beranikan diri aja untuk untuk naik kelantai dua dan terlihat sesosok bayangan lewat sebelum aku sampai ke lantai dua. Aku ikuti arah bayangan itu lewat karena memang cepat jadi hilang disudut koridor. Mencoba mendekati ujung koridor dan tiba - tiba terdengar suara...............
to be continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar