Untuk Patricia,
Bersama surat ini, kukirimkan padamu sebongkah kabut dengan hawa dinginnya, segaris warna merah orange dan matahari terbit, apa ada bagian yang tertinggal saat dirimu menerimanya???
Seperti saat matahari hendak terbit, ada suara angin, dinginnya kabut gunung, rumput yang bergoyang-goyang, batu bercahaya seperti berlian, kehangatan yang khas tapi itu belum semuanya karena aku tak punya banyak waktu untuk merekamnya satu demi satu saat aku menulis surat ini disana. Seharunya ada ucapan, angan dan harapan yang kita panjatkan disana, namun aku tak sempat mengurainya dan berharap hal itu akan menjadi kenyataan kelak.
Patricia yang cantik, aku kemas surat ini dalam amplop dari jenis kertas yang sama karena aku tak ingin amplop yang berbeda kertas akan iri terhadapnya. Semoga kamu menerimanya utuh tanpa ada yang tertinggal dan berkurang selama pengiriman surat ini. Sudah banyak kata-kata yang kuberikan padamu selama ini dan untuk kali ini mungkin lebih dari sekedar kata-kata. Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Patricia, dan kata-kata ternyata tidak mengubah apa-apa. Semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya atau tidak. Meksi ku tau bahwa dirimu juga terkadang hanya ingin didengar saja, tapi aku bukan benda mati yang tak bisa memberi solusi atas apa yang ku dengar.
Ku kirimkan padamu siluet berwarna asli tanpa editan dan tanpa hiasan rasa dingin yang baru. Patricia yang lugu,Patricia yang manis, akan ku ceritakan bagaimana aku bisa mendapatkanya dan membawanya kesini untuk ku berikan padamu
Saat itu, aku memikirkan apa yang harusnya kuberi untukmu. Bukan karena apa yang kau berikan untukku. Aku hanya ingin memberimu yang lebih dari sekedar kata-kata, meski terkadang kata-kata itu jauh lebih awet dari tulisan atau gambaran. Maknanya juga dapat kita modifikasi sesuai keinginan dan harapan kita saat ini, saat esok dan seterusnya. Bermalam-malam kuhabiskan waktu hingga pagi tuk memikirkan apa yang bagus tuk kuberikan padamu, tapi aku g peernah punya barang bagus dalam ruanganku untuk kuberikan padamu. Hingga akhirnya kutempuh jalan yang murni, tanpa ada alasan dibalik keadaan yang memaksaku.
Tempat dimana kutemukan banyak benda, banyak warna, banyak pilihan dan banyak perasaan. Aku pergi tanpa meminta ijin darimu karena jika aku pergi aku tak akan meninggalkan beban terhadapmu. Langkah demi langkah kutapaki jalan berbatu, jalan berkelok, jalan berlumpur hingga jurang yang licin. Ada harapan ditiap langkah yang ku tempuh, setidaknya begitu saat dimana aku memikirkanmu, aku merenungkanmu, aku berada disini untukmu. Bukan hal mudah ternyata, saat kita berusaha menempuh cara yang tidak lazim untuk menunjukkan yang tidak biasa.
Badai menyambutku dengan bringas, menguji seberapa kuat tekadku untuk mencapai apa yang ku mau. Dinginnya hembusan yang ia berikan terhadapku, basah dan lembab yang mempersulit jalanku, kencangnya angin yang ia hempaskan pada badanku ini. Bertahan adalah kondisi terbaik karena badai pasti berlalu dan akan ada pelangi setelah badai itu pergi. Badaipun akhirnya menyerah dan mengijinkanku meneruskan perjalananku.
Tak selamanya mulus akan menjadi kenyataan dalam hidup, begitu banyak persimpangan jalan yang harus dilalui tanpa ada petunjuk jalan yang jelas. Saat dimana hatilah yang harus menentukan, hatilah yang harus menuntun dan hati juga yang dijadikan pedoman. Hati bukan GPS yang memberikan jalan terdekat, jalan tercepat dan jalan ternyaman, aku sampai pada sisi jurang yang salah. Dan hanya ada 2 pilihan, memutar balik dengan jarak yang amat jauh atau menyisir sisi jurang untuk segera mencapainya. Pilihan yang tak mudah dan hati telah mengantarku kesini maka kulalui jurang ini bersama denganmu hati. Aku tak bisa mengkhianati hati yang telah kusuruh memilih untuk hidupku dan meninggalkannya saat harus melewati hal yang berat sendirian.
Aku tak bisa mengirimkan semua dalam satu kertas, aku takut kau akan bingung mana yang harus dibaca terlebih dahulu, jadi sengaja ku kirim dalam beberapa bagian. Jangan bosan menunggu apa yang ku beri untukmu karena aku bukan orang kaya yang akan memberimu dalam satu kali kesempatan.
Saat itu, aku memikirkan apa yang harusnya kuberi untukmu. Bukan karena apa yang kau berikan untukku. Aku hanya ingin memberimu yang lebih dari sekedar kata-kata, meski terkadang kata-kata itu jauh lebih awet dari tulisan atau gambaran. Maknanya juga dapat kita modifikasi sesuai keinginan dan harapan kita saat ini, saat esok dan seterusnya. Bermalam-malam kuhabiskan waktu hingga pagi tuk memikirkan apa yang bagus tuk kuberikan padamu, tapi aku g peernah punya barang bagus dalam ruanganku untuk kuberikan padamu. Hingga akhirnya kutempuh jalan yang murni, tanpa ada alasan dibalik keadaan yang memaksaku.
Tempat dimana kutemukan banyak benda, banyak warna, banyak pilihan dan banyak perasaan. Aku pergi tanpa meminta ijin darimu karena jika aku pergi aku tak akan meninggalkan beban terhadapmu. Langkah demi langkah kutapaki jalan berbatu, jalan berkelok, jalan berlumpur hingga jurang yang licin. Ada harapan ditiap langkah yang ku tempuh, setidaknya begitu saat dimana aku memikirkanmu, aku merenungkanmu, aku berada disini untukmu. Bukan hal mudah ternyata, saat kita berusaha menempuh cara yang tidak lazim untuk menunjukkan yang tidak biasa.
Badai menyambutku dengan bringas, menguji seberapa kuat tekadku untuk mencapai apa yang ku mau. Dinginnya hembusan yang ia berikan terhadapku, basah dan lembab yang mempersulit jalanku, kencangnya angin yang ia hempaskan pada badanku ini. Bertahan adalah kondisi terbaik karena badai pasti berlalu dan akan ada pelangi setelah badai itu pergi. Badaipun akhirnya menyerah dan mengijinkanku meneruskan perjalananku.
Tak selamanya mulus akan menjadi kenyataan dalam hidup, begitu banyak persimpangan jalan yang harus dilalui tanpa ada petunjuk jalan yang jelas. Saat dimana hatilah yang harus menentukan, hatilah yang harus menuntun dan hati juga yang dijadikan pedoman. Hati bukan GPS yang memberikan jalan terdekat, jalan tercepat dan jalan ternyaman, aku sampai pada sisi jurang yang salah. Dan hanya ada 2 pilihan, memutar balik dengan jarak yang amat jauh atau menyisir sisi jurang untuk segera mencapainya. Pilihan yang tak mudah dan hati telah mengantarku kesini maka kulalui jurang ini bersama denganmu hati. Aku tak bisa mengkhianati hati yang telah kusuruh memilih untuk hidupku dan meninggalkannya saat harus melewati hal yang berat sendirian.
Aku tak bisa mengirimkan semua dalam satu kertas, aku takut kau akan bingung mana yang harus dibaca terlebih dahulu, jadi sengaja ku kirim dalam beberapa bagian. Jangan bosan menunggu apa yang ku beri untukmu karena aku bukan orang kaya yang akan memberimu dalam satu kali kesempatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar