Rabu, 25 Juni 2014

Aku Mungkin Durhaka

Yang aku tahu engkau adalah segalanya untuk anakmu
Yang aku lihat engkau selalu memberikan yang aku mau
Yang aku tahu engkau selalu memprioritaskan anak-anakmu
Yang aku lihat engkau adalah yang terbaik untuk anakmu

Apa yang diinginkan pasti yang baik untuk anaknya
Tapi apa baik saja cukup?
Tapi apa jaman kita sama?
Tapi apa dunia kita sama?

Aku tak sanggup mengatakannya dalam lisan
Aku tak ingin engkau sedih dan kecewa
Atas penolakan yang tak kuinginkan
Aku hanya ingin menjadi alasan untukmu tersenyum

Maafkan aku ibu
Belum pernah aku membahagiakanmu
Belum mampu memberikan yang terbaik untukmu
Karena indikator baik yang kita gunakan berbed

Apa yang kuinginkan untuk diriku adalah tambahan
Apa yang engkau inginkan adalah kewajiban
Tapi apakah hanya cukup dengan kewajiban aku hidup?
Saat dimana tambahan itu ada didepan mata

Hidupku memang tidak sama dengannya
Keinginanku memang berbeda dengannya
Jangan samakan kami berdua meski kami saudara
Jangan sejajarkan kami meski kami sedarah

Apa aku durhaka jika menolak keinginanmu?
Apa aku akan masuk neraka karena tak mendengarkanmu?
Apa engkau akan marah padaku dan berhenti menanyakan keadaanku setiap hari?
Yang jelas aku akan selalu menjadi anakmu Bu

Sakit ini mungkin cukup sampai disini Bu
Karena engkau akan merasa lebih sakit jika mengethauinya
Dan aku tak ingin engkau merasakannya
Sudah tiba saatnya anakmu yang menggantikanmu

Menjagamu seperti engkau menjagaku
Merawatmu seperti engkau merawatku
Membahagiakanmu seperti engkau membahagiakanku
Menanyakan kabarmu seperti engkau menanyakan kabarku

Tapi anakmu terlanjur jatuh cinta pada tambahan yang hampir setara dengan kewajiban
Salahku yang menjaga dan menekuninya hingga cinta itu kian besar
Cintaku pada tambahan tak akan menyaingi rasa cintaku padamu
Tapi MAAFKAN untuk satu hal ini saja karena aku ingin bersamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar