Mengagumi ciptaan Tuhan
adalah sebuah pilihan
Memilikinya adalah sebuah
penolakan
Ada sebuah cara dimana
menikmati jauh lebih menyenangkan
Dibandingkan memiliki
Ibarat burung-burung kecil
itu
Akan jauh lebih menyenangkan
Melihat tertawa, menari dan
bercanda secara alamiah
Dibandingkan mendengar kicauannya
dalam sangkar emas
Menikmati tanpa diketahuinya
Tak akan mengurangi
keindahannya
Tak ada yang perlu
dirisaukannya
Tak ada yang perlu dikatakan
juga
Rasa bosan ini masih saja
begitu manja dibadan
Begitu sayang dipikiran
Begitu berat ditinggalkan
Apa yang dia inginkan tak
lagi jelas
Banyak hal yang ingin
dipertanyakan
Namun enggan untuk dicari
jawabannya
Banyak hal yang ingin dicapai
Namun enggan tuk diupayakan
Mencoba mengalir namun
semakin bergantung pada ketidakjelasan
Mencoba mengabaikan namun
semakin larut didalamnya
Mencoba membuang waktu namun
tak kunjung habis yang dibuang
Mencoba dan mencoba hanya itu
yang bisa dilakukan
Memprediksi dan berjudi
dengan waktu
Menang atau kalah disitulah endingnya
Yang menang akan tertawa
Dan yang kalah harus
merancang ulang
Waktu adalah Bosnya sekarang
Dia tak menerima dispensasi
Dia tak meneriman
pengecualian
Baginya keputusan hasil
adalah mutlak
Mutlak untuk kita yang hanya
dilahirkan untuk melakukan peran
Peran yang telah jauh
ditentukan sebelum kita lahir
Tanpa kita pernah bisa
memilih
Tanpa pernah kita bisa
menolak untuk melakukannya
Aku memang menikmatinya
sendirian
Setidaknya tak ada milik
orang lain yang kupinjam
Untuk kujadikan miliku
smentara
Hanya untuk sebagai formalitas semata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar