Jumat, 20 Juni 2014

Menikmati Bukan Memiliki



Mengagumi ciptaan Tuhan adalah sebuah pilihan
Memilikinya adalah sebuah penolakan
Ada sebuah cara dimana menikmati jauh lebih menyenangkan
Dibandingkan memiliki

Ibarat burung-burung kecil itu
Akan jauh lebih menyenangkan
Melihat tertawa, menari dan bercanda secara alamiah
Dibandingkan mendengar kicauannya dalam sangkar emas

Menikmati tanpa diketahuinya
Tak akan mengurangi keindahannya
Tak ada yang perlu dirisaukannya
Tak ada yang perlu dikatakan juga

Rasa bosan ini masih saja begitu manja dibadan
Begitu sayang dipikiran
Begitu berat ditinggalkan
Apa yang dia inginkan tak lagi jelas

Banyak hal yang ingin dipertanyakan
Namun enggan untuk dicari jawabannya
Banyak hal yang ingin dicapai
Namun enggan tuk diupayakan

Mencoba mengalir namun semakin bergantung pada ketidakjelasan
Mencoba mengabaikan namun semakin larut didalamnya
Mencoba membuang waktu namun tak kunjung habis yang dibuang
Mencoba dan mencoba hanya itu yang bisa dilakukan

Memprediksi dan berjudi dengan waktu
Menang atau kalah disitulah endingnya
Yang menang akan tertawa
Dan yang kalah harus merancang ulang

Waktu adalah Bosnya sekarang
Dia tak menerima dispensasi
Dia tak meneriman pengecualian
Baginya keputusan hasil adalah mutlak

Mutlak untuk kita yang hanya dilahirkan untuk melakukan peran
Peran yang telah jauh ditentukan sebelum kita lahir
Tanpa kita pernah bisa memilih
Tanpa pernah kita bisa menolak untuk melakukannya

Aku memang menikmatinya sendirian
Setidaknya tak ada milik orang lain yang kupinjam
Untuk kujadikan miliku smentara
Hanya untuk  sebagai formalitas semata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar