Minggu, 22 Juni 2014

Yang Dihapus Bukan Berarti Hilang

Menimati hidup dengan membaur bersama mereka yang tak dikenal
Menjalani hidup dengan pergi ketempat yang diinginkan
Tak ada yang saling peduli
Tapi saling memperhatikan

Deburan ombak terdengar dari ujung lorong
Dimana tembok ini terbuat dari pohon cemara
Suasana yang baru
Rasa dan taste yang baru

Kata orang menulislah pada sebuah batu
Agar apa yang ditulis tidak mudah terhapus
Janganlah menulis dipesisir pantai
Karena akan sangat mudah tersapu oleh ombak

Tapi aku memilih menulis namamu dipesisir pantai
Daripada mengukirnya pada sebuah batu dan memaerkannya
Aku bisa terus menulis namamu setelah tersapu ombak berulang kali
Dan aku bisa mengingatkmu untukku sendiri

Kita tak pernah membawa perasaan
Tapi perasaanlah yang terbawa bersama kita
Dalam setiap jalan yang kita lalui bersama
Dalam tiap moment yang kita habiskan berdua atau lebih

Selama apa yang disepakati tidak dilupakan, aku tak akan pernah protes
Meski apa yang kau lakukan disana
Apa yang kau pikirkan dengannya
Apa yang kau harapkan darinya

Kupikir  tidaklah cukup hanya dengan mengingatnya
Kurasa tidaklah mewakili hanya dengan mendekapnya dalam diam
Anugrah adanya bibir adalah untuk berlisan
Dan hal inilah yang akan menjadi jawabannya

Diammu adalah keputusanmu
Aku tak berbeda denganmu
Tak suka memulai namun suka mengakhiri
Sepihak dan sesuka hati (Moodie)

Mereka menyukaimu
Tapi mereka membenciku
Hanya karena kau mampu diam dan tidak jujur karena segan pada mereka
Tapi aku tak mampu berkata bohong karena sayangku pada mereka

"Aku tak mencobanya karena aku sudah tahu hasil akhirnya
dan aku tak menginginkannya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar