Selasa, 17 Juni 2014

Daun adalah Intinya

Daun yang jatuh pun tak pernah luput dari pandangannya
Daun juga tak pernah menyalahkan angin yang menjatuhkannya
Daun hanyalah sebuah parameter kehidupan yang ada karenanya
Daun juga menjadi patokan kematian sebuah kehidupan


Mendadak merindukan dia yang disana
Sebuah cerita yang tak bisa dilanjutkan
Sebuah kisah yang tak kunjung diakhiri
Berharap waktu yang akan mematikan semuanya

Aku adalah adik
Aku adalah kakak
Aku adalah yang mendengar
Aku adalah yang didengar

Tak mudah menjadi semua orang dalam satu tubuh
Memerlukan banyak tenaga dan memaksa otak
Jati diri adalah karakter bukan peran seseorang
Jadi tak masalah menjadi siapa, kapan, dan dimana

Beban yang dipikul tak sebesar bahumu
Tapi terus saja engkau berjalan meski tertatih dalam senyum
Perih yang dirasa tak sebesar ungkapan sakit
Tapi terus saja engkau tersenyum dalam cacian orang lain

Padahal kita terbuat dari bahan yang sama
Namun kemampuan kita jelas jauh berbeda
Apa karena makanan kita yang berbeda
Atau lahir dari rahim yang berbeda kah jawabannya

Terlahir dimana dan seperti apa adalah yang mutlak wajib disyukuri
Dari milyaran pesaing hidup kitalah jawaranya
Kitalah yang menang untuk bisa merasakan segalanya
Apa itu senang, sakit, sedih, kecewa, tertawa, marah, malu dan semuanya

Apa yang dimiliki sekarang, genggam dan jagalah
Kita tak pernah tahu kapan semua itu diambiil
Setidaknya kita menjaga hingga pemiliknya memintanya kembali
Dan kita bisa kembalikan semua dengan senyuman dan rasa syukur

Abaikan semua yang dirasa tak perlu
Buang semua yang dirasa tak bisa dicerna
Hargai hati dan pikiranmu yang hanya segitu
Jangan memaksanya bekerja diluar keinginannya

Paksaan terkadang membuat terbiasa
Terbiasa akan tuntutan memang benar
Terbiasa karena paksaan tak selalu benar
Mematikan rasa dan ciri khas makhluk hidup akan kehendaknya untuk bebas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar