Daun yang jatuh pun tak pernah luput dari pandangannya
Daun juga tak pernah menyalahkan angin yang menjatuhkannya
Daun hanyalah sebuah parameter kehidupan yang ada karenanya
Daun juga menjadi patokan kematian sebuah kehidupan
Mendadak merindukan dia yang disana
Sebuah cerita yang tak bisa dilanjutkan
Sebuah kisah yang tak kunjung diakhiri
Berharap waktu yang akan mematikan semuanya
Aku adalah adik
Aku adalah kakak
Aku adalah yang mendengar
Aku adalah yang didengar
Tak mudah menjadi semua orang dalam satu tubuh
Memerlukan banyak tenaga dan memaksa otak
Jati diri adalah karakter bukan peran seseorang
Jadi tak masalah menjadi siapa, kapan, dan dimana
Beban yang dipikul tak sebesar bahumu
Tapi terus saja engkau berjalan meski tertatih dalam senyum
Perih yang dirasa tak sebesar ungkapan sakit
Tapi terus saja engkau tersenyum dalam cacian orang lain
Padahal kita terbuat dari bahan yang sama
Namun kemampuan kita jelas jauh berbeda
Apa karena makanan kita yang berbeda
Atau lahir dari rahim yang berbeda kah jawabannya
Terlahir dimana dan seperti apa adalah yang mutlak wajib disyukuri
Dari milyaran pesaing hidup kitalah jawaranya
Kitalah yang menang untuk bisa merasakan segalanya
Apa itu senang, sakit, sedih, kecewa, tertawa, marah, malu dan semuanya
Apa yang dimiliki sekarang, genggam dan jagalah
Kita tak pernah tahu kapan semua itu diambiil
Setidaknya kita menjaga hingga pemiliknya memintanya kembali
Dan kita bisa kembalikan semua dengan senyuman dan rasa syukur
Abaikan semua yang dirasa tak perlu
Buang semua yang dirasa tak bisa dicerna
Hargai hati dan pikiranmu yang hanya segitu
Jangan memaksanya bekerja diluar keinginannya
Paksaan terkadang membuat terbiasa
Terbiasa akan tuntutan memang benar
Terbiasa karena paksaan tak selalu benar
Mematikan rasa dan ciri khas makhluk hidup akan kehendaknya untuk bebas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar